Sabtu, 27 April 2013

Kekuatan dan Kesempurnaan Al-Fatihah








Kekuatan dan Kesempurnaan Al-fatihah

“Sang Ibunda Al-Qur’an”
1.    Al-Fatihah beraarti pembuka yang sempurna bagi segala macam keberhasilan den kebaikan.
2.    Al-Fatihah juga merupakan penyembuh dari hati dan pikiran yang tidak sehat.
3.     Al-Fatihah adalah pedoman dasar bagi segala kecerdasanhati atu akhlak manusia.
4.    Al-Fatihah adalah pemelihara dari hati dan pikiran manusia.
5.    Al-Fatihah juga merupakan bekal yang mah penting untuk mencapai cita-cita dan harapan.
6.    Al-Fatihahjuga adalah ungkapan rasa syukur dari selgala hasil dan pencapaian.
7.    Al-Fatihah  merupakan perwujudan dari harapan atau permohonan, yang bisa terus membantu anda untuk selalu teringat dan termotivasi oleh visi ( harapan) yang harus diraih.

Surat Al-fathah
1.    Bismillahirrhmanirrahim
“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”
Pembuka : Mulailah atas nama Allah. Prinsip ini akan menyadarkan diri untuk selalu bersikap rahman dan rahim kepada setiap orang agar selalu berprinsip memberi dan memulai. Inilah dasar pembuka suara-suara hati yang akan membisiki anda, bertindak sebagai wakil Allah yang dihormati,
2.    Alhamdulillahhirabbil’Alamin
“Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam”
Memuji Allah : Berpikir dan berjiwa besar. Anda akna selalu berada dalam curahan rahman Allah, pemilik alam semesta raya. Anda akan merasa tentram dan merasa terlindungi karena disadari oleh kepercayaan bahwa anda bekerja untuk mensejahterakan bumi milik Allah.
3.    arrahmanirrahim
“Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”
Bekal; Sikap mengasihi sesama. Untuk meraih suatu kepercayaan harus didasari sikap rahman dan rahim kpada orang lain.
4.  Maaliki Yaumiddiin
“Pemilik/Raja hari pembebasan”
Tujuan : Selalu bertoleransi pada masa depan, memilik harapan yang jelas, serta memiliki perencanaan setiap langkah yang akan dibuat sehingga Anda akan memiliki kesadaran penuh bahwa cara untuk meraih keberhasilan tidaklah bisa ditempuh dengan cara-cara yang buruk. Harus bertindak atas nama Allah.
5.  Iyyaka Na’budu Wa Iyyaka Nasta’iin
“Hanya kepadaMu kami mengabdi dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan”
Memelihara perinsip : Berprinsip tunggal hanya kepada Allah SWT. Bekerja dengan sungguh-sungguh dan selalu bersikap jujur. Memiliki komitmen dan selalu konsisten mencapai tujuan. Selalu merasa diri dilihat oleh Tuhan. Bermental baja karen anda telah memiliki “kemenangan pribadi” yang kuat dan mandiri.
6.  Ihdinash shiraathal mustaqim
“Tunjuklah kami ke jalan yang luas dan lurus”
Pedoman : Inilah langkah penulisan pikiran ke dalam alam nyata berupa tindakan yang dilandasi pada formasi hati dan pikiran yang terbentuk pada ayat 1-5, yaitu bertindak atas nama Allah, selalu bersikap rahman dan rahiim, memiliki visi, memiliki integritas tinggi, dan hanya berpegang kepada Allah Yag Esa. Maka sekarang, tiblah langkah pelaksanaan secara total dari visi yang telah dilandasi oleh karakter tokoh dan prinsip yang teguh.
7.  Shiraathal ladziina an’amta’Alaihim, Ghairil Maghduubi ‘Alaihim Waladh Dhaalliin.
“Jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai, bukan pula jalan yang sesat.”
Penyempurnaan: ditengah perjalanan itu teruslah asah hati anda, pikiran dan pelaksanaan tugas, dan cita-cita anda secara terus-menerus, sehingga terbentuk suatu tingkatan baru yang lebih baik dan srempurna.

8.  Amin
“Kabulkanlah”
Ikhlas: Tetaplah ikhlas untuk menerimaa segala hasil yang telah dicapai. Apapun hasilnya terimalah dengan baik, karena semuaya datang dari Allah. Apabila belum merasa puas, jangan langsung menyalahkan nasib, baca dan pelajari, pasti ada satu hal yang masih kurang dan belum dilakukan. Ulangi lagi, seperti anda mengulangi bacaan Al-fatihah ini setiap hari.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar